Bacaan: Lukas 7:1-10
Pengalaman ini terjadi pada hari Jumat Agung beberapa tahun yang lalu. Saat itu, saya kebetulan
ditugaskan untuk asistensi di paroki Boyolali. Ketika saya sedang
berjalan-jalan di depan Gereja, saya bertemu dengan seorang pemuda yang duduk
di kursi roda. Pemuda ini cacat sejak lahir. Ia mengalami kesulitan berbicara,
dan kedua tangan serta kakinya tidak tumbuh secara normal. Lalu saya mengajak
dia kenalan dan ngobrol. Namanya
Siswanto. Tiba-tiba saya melihat ada secuil lukisan dirinya di belakang
kursi roda. Lalu saya tanya itu lukisan siapa. Ia menjawab bahwa itu adalah
lukisan dirinya, yang dilukis oleh dirinya sendiri. Dalam hati saya
mengaguminya, sebab dengan tangan yang aneh dan mengenaskan itu, mas Siswanto dapat melukis sedemikian
indah dan real. Saya seolah tak percaya. Namun ketika ada seorang yang
mengatakan bahwa lukisan-lukisan mas Siswanto ini sudah sering dipamerkan di
pameran hasil karya para difabel, saya jadi kagum.


