Hari ini diawali dengan perayaan
Ekaristi bersama dengan Romo Kieser yang mengajak untuk merenungkan tentang
Yesus yang mengutus para muridNya untuk berbuat sesuatu bagi dunia. Masih
dengan gaya yang tidak biasanya (penggabungan antara ibadat ofisi serta Ekaristi),
kita semua mengawali hari dengan mempersatukan diri di dalam Ekaristi. Dalam
ekaristi itu, aku dipasrahi untuk menjaga komputer dan powerpoint dari Romo
Kieser. Aku agak ngantuk, sehingga perlu untuk terus disemangati agar tidak bablas tidur.
Sabtu, 13 Juli 2013
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Selasa, 9 Juli 2013
Pada hari ini, setelah dibuka
dengan perayaan ekaristi pagi, lalu makan pagi, sessi dilanjutkan oleh
pemaparan Rm. Purwatma tentang Komunitas Murid-murid Tuhan. Di dalam pengolahan
tema itu, kita (para peserta) diajak untuk memahami kisah terbentuknya
komunitas para murid Tuhan. Peristiwa Pentakosta menjadi moment munculnya
komunitas murid-murid Tuhan. Romo Purwatma menggunakan gambar-gambar tentang
model komunitas yang ada di dalam Gereja. Dalam gambar-gambar itu, kita semua
diajak untuk mengenali serta mengkritisi model-model komunitas yang ada.
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Senin, 8 Juli 2013
Kursus Bulan Pastoral memasuki
minggu II. Hari ini diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo
Edu dan Romo Raymond. Tetap dengan menggunakan metode liturgi dari Romo Kieser.
Setelah perayaan ekaristi, dilanjutkan seperti biasa, dengan jadwal-jadwal yang
sudah tersusun sedemikian rupa. Jadwal hari ini adalah sessi dengan Romo
Priyana Marwan SJ tentang Komunitas Pelayan Pastoral.
Selasa, 09 Juli 2013
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Minggu, 7 Juli 2013
Hari ini, aku merasa cukup
senang, karena tidak mempersiapkan kotbah hari Minggu, dan kami kunjungan ke Paroki Sumber untuk
mengikuti Ekaristi di sana serta berdialog dengan masyarakat serta budaya di
sana. Ada peristiwa unik pada minggu ini. Meski kami berangkat agak pagi, dan
sampai di Makam Romo Sanjaya sesuai dengan rencana, namun berangkat ke Wilayah
Lor Senowo tidak bersama-sama, dan akhirnya terjadi kebingungan di antara dua
mobil tersisa. Ekaristi yang rencananya diadakan pada pukul 08.00, akhirnya
mundur menjadi pukul 08.30. Aku merasa bersalah karena aku yang dipasrahi untuk
menunjukkan jalan di tim-nya Romo Prima juga tidak mengerti jalan persisnya.
Sepanjang Ekaristi, aku merasa bersalah. Namun biarlah semua itu terjadi,
sebagai bentuk pembelajaran untuk yang akan datang supaya lebih terencana dan
diupayakan dengan baik.
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Sabtu, 6 Juli 2013
Kursus Bulan Pastoral pada hari
ini cukup menarik. Tema yang diangkat adalah soal dialog dengan agama Islam.
Setelah kemarin mencoba mengenali tantangan-tantangan dialog sosial
anthropologis budaya yang sering kali menjadi konflik serta pertikaian, hari
ini diajak untuk mengerucut lagi tentang persahabatan dengan saudara-saudari
kita muslim yang tentu memiliki pandangan beranekaragam dalam menghayati
imannya serta dalam memandang agama non-muslim. Hari ini, kita semua dibantu
oleh ibu Fatimah Husein, seorang ibu dosen UIN Kalijaga dan juga UGM tentang
kajian Islam di Indonesia. Pada awal pemaparannya, ibu Fatimah mengajak kita
semua (para peserta Bulpas) untuk menelusuri kembali hal-hal sejarah yang masih
menjadi alasan bagi saudara muslim untuk tetap tidak toleran dengan saudaranya
yang non muslim. Salah satu hal tersebut adalah sejarah dihapusnya 7 kalimat
dalam Piagam Jakarta.
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Jumat, 5 Juli 2013
Acara Kursus Bulan Pastoral pada
hari ini memiliki tema tentang Pluralitas di Indonesia dan juga tentang
Pastoral lingkungan hidup. Dalam mengikuti acara demi acara, aku mengalami saat
dimana ketertarikan terhadap tema serta kenyataan kemampuan akal budiku terasa
memiliki rentang yang begitu jauh. Aku ingin mengerti, namun pemahamanku
terkadang tidak cukup untuk mencerna dan menginternalisasikannya. Ada semacam
keterasingan dalam diri, ketika menyadari beratnya tugas serta tantangan yang
hendak dihadapi. Kesadaran akan kenyataan diri ini terkadang membuat gamang
akan segala yang akan dilalui.
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Kamis, 4 Juli 2013
Pada hari ini, kursus Bulan
Pastoral 2013 membicarakan tentang persoalan diskriminasi berdasarkan gender di
masyarakat. Dengan narasumber Ibu Yustina Rostiawati, kami para peserta diajak
untuk memahami tentang gender dan juga segala realitas yang tinggal, mengemuka,
serta kompleks di dalamnya. Pada awal pembicaraan, aku merasa agak tidak bisa
mengikuti, karena alur yang dibuat menjadi sedemikian rumit. Kita disuruh
mendiskusikan tentang nilai-nilai serta ajaran tradisi yang muncul pada saat
masa kecil, remaja hingga dewasa. Nilai-nilai dan ajaran serta tradisi itu
ditelaah sebagai bagian dari proses pembagian peran-peran yang dikonstruksikan
oleh masyarakat tentang pria dan wanita. Di dalam konstruksi tersebut, terdapat
hal-hal yang membelenggu kaum tertentu dan telah sedemikian terkristalisasi
hingga berciri diskriminatif.
Langganan:
Postingan (Atom)