Awal hari dimulai dengan
merayakan perayaan ekaristi bersama. Masih dengan model liturgi yang
dipersiapkan oleh Romo Kieser, setiap hari Senin, Rabu dan Jumat. Setelah
Ekaristi, dilanjutkan sarapan dan mulai masuk ke sessi pada jam 08.00. Tema
sessi hari ini adalah Imamat dalam perkembangan sejarah Gereja hingga Konsili
Vatikan II. Seluruh sessi dipandu oleh Rm. Madya Utama, SJ. Kami tetap duduk
manis mendengarkan ulasan dari Romo Madya tentang sejarah imamat di dalam
Gereja Katolik. Sessi ini merupakan kelanjutan dari Sessi sebelumnya, yakni
dari Romo Indra, tentang imamat menurut Kitab Suci (PL dan PB). Secara khusus,
Romo Madya menggarisbawahi tentang perubahan konsep imamat ‘sacerdos’
(imam kultis) ke ‘minister’
(pelayan). Dengan data-data sejarah yang disajikan secara singkat namun runtut,
Romo mengungkapkan tentang dinamika perubahan konsep imamat dalam sejarah
Gereja. Aku mengikuti dengan agak tertatih, karena menyadari bahwa daya
tangkapku terbatas, tapi aku mencoba untuk terus mengikuti semampuku.
Sabtu, 13 Juli 2013
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Kamis, 11 Juli 2013
Pada hari Kamis ini, tema studi
dalam Bulan Pastoral pada hari ini adalah penelusuran tentang Imamat dari Kitab Suci Perjanjian Lama dan
Perjanjian Baru. Narasumber dari sessi ini adalah Rm. Indra Sanjaya, dosen Kitab
Suci Fakultas Teologi Wedabhakti, dulu dosenku juga. Judul yang diangkat oleh
Rm. Indra adalah Imamat: Dari Presbiter ke Sacerdos. Romo Indra menelusuri pemahaman tentang imamat berdasarkan Kitab
Suci, dimulai dari Perjanjian Lama, hingga Surat Ibrani. Sessi ini berlangsung
kurang lebih 7,5 jam. Sejak pagi setelah sarapan, hingga pukul 21.00. Sessi ini
lumayan berat, karena teori Kitab Suci membuat kita semua memikirkan tentang
banyak hal terkait dengan pemahamanan imamat.
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Rabu, 10 Juli 2013
Hari ini diawali dengan perayaan
Ekaristi bersama dengan Romo Kieser yang mengajak untuk merenungkan tentang
Yesus yang mengutus para muridNya untuk berbuat sesuatu bagi dunia. Masih
dengan gaya yang tidak biasanya (penggabungan antara ibadat ofisi serta Ekaristi),
kita semua mengawali hari dengan mempersatukan diri di dalam Ekaristi. Dalam
ekaristi itu, aku dipasrahi untuk menjaga komputer dan powerpoint dari Romo
Kieser. Aku agak ngantuk, sehingga perlu untuk terus disemangati agar tidak bablas tidur.
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Selasa, 9 Juli 2013
Pada hari ini, setelah dibuka
dengan perayaan ekaristi pagi, lalu makan pagi, sessi dilanjutkan oleh
pemaparan Rm. Purwatma tentang Komunitas Murid-murid Tuhan. Di dalam pengolahan
tema itu, kita (para peserta) diajak untuk memahami kisah terbentuknya
komunitas para murid Tuhan. Peristiwa Pentakosta menjadi moment munculnya
komunitas murid-murid Tuhan. Romo Purwatma menggunakan gambar-gambar tentang
model komunitas yang ada di dalam Gereja. Dalam gambar-gambar itu, kita semua
diajak untuk mengenali serta mengkritisi model-model komunitas yang ada.
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Senin, 8 Juli 2013
Kursus Bulan Pastoral memasuki
minggu II. Hari ini diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Romo
Edu dan Romo Raymond. Tetap dengan menggunakan metode liturgi dari Romo Kieser.
Setelah perayaan ekaristi, dilanjutkan seperti biasa, dengan jadwal-jadwal yang
sudah tersusun sedemikian rupa. Jadwal hari ini adalah sessi dengan Romo
Priyana Marwan SJ tentang Komunitas Pelayan Pastoral.
Selasa, 09 Juli 2013
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Minggu, 7 Juli 2013
Hari ini, aku merasa cukup
senang, karena tidak mempersiapkan kotbah hari Minggu, dan kami kunjungan ke Paroki Sumber untuk
mengikuti Ekaristi di sana serta berdialog dengan masyarakat serta budaya di
sana. Ada peristiwa unik pada minggu ini. Meski kami berangkat agak pagi, dan
sampai di Makam Romo Sanjaya sesuai dengan rencana, namun berangkat ke Wilayah
Lor Senowo tidak bersama-sama, dan akhirnya terjadi kebingungan di antara dua
mobil tersisa. Ekaristi yang rencananya diadakan pada pukul 08.00, akhirnya
mundur menjadi pukul 08.30. Aku merasa bersalah karena aku yang dipasrahi untuk
menunjukkan jalan di tim-nya Romo Prima juga tidak mengerti jalan persisnya.
Sepanjang Ekaristi, aku merasa bersalah. Namun biarlah semua itu terjadi,
sebagai bentuk pembelajaran untuk yang akan datang supaya lebih terencana dan
diupayakan dengan baik.
Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Sabtu, 6 Juli 2013
Kursus Bulan Pastoral pada hari
ini cukup menarik. Tema yang diangkat adalah soal dialog dengan agama Islam.
Setelah kemarin mencoba mengenali tantangan-tantangan dialog sosial
anthropologis budaya yang sering kali menjadi konflik serta pertikaian, hari
ini diajak untuk mengerucut lagi tentang persahabatan dengan saudara-saudari
kita muslim yang tentu memiliki pandangan beranekaragam dalam menghayati
imannya serta dalam memandang agama non-muslim. Hari ini, kita semua dibantu
oleh ibu Fatimah Husein, seorang ibu dosen UIN Kalijaga dan juga UGM tentang
kajian Islam di Indonesia. Pada awal pemaparannya, ibu Fatimah mengajak kita
semua (para peserta Bulpas) untuk menelusuri kembali hal-hal sejarah yang masih
menjadi alasan bagi saudara muslim untuk tetap tidak toleran dengan saudaranya
yang non muslim. Salah satu hal tersebut adalah sejarah dihapusnya 7 kalimat
dalam Piagam Jakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)