Rabu, 17 Juli 2013

Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Minggu, 14 Juli 2013



Hari Minggu, kami mengawali dengan merayakan perayaan ekaristi di Pastoran Sanjaya Muntilan. Ekaristi dipimpin oleh Romo Toto. Setelah ekaristi, kami sarapan dan melanjutkan kembali sessi bersama dengan Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Semarang yang diwakili oleh Rm. Sugiyono dan Rm. Winaryanto. Sessi ini diisi dengan mempelajari visi misi keuskupan dan dilanjutkan hingga ke tahap programasi, monitoring serta evaluasi. Romo Sugiyono mengungkapkan juga tentang roadmap dari arah dasar Keuskupan Agung Semarang yang hendak dicapai dalam kurun waktu lima tahun. Roadmap itu akhirnya diwujudkan dalam program kerja yang tersusun selama satu tahun. Romo Sugiyono mengungkapkan tentang instrument-instrumen yang digunakan untuk programasi serta RAPB paroki maupun komisi-komisi.

Sessi kedua dilanjutkan oleh Romo Winaryanto yang mengungkapkan tentang supervisi paroki-paroki. Supervisi ini diadakan untuk meningkatkan profesionalitas dalam pelayanan Gereja. Supervisi ini terkait dengan banyak hal bidang dalam pelayanan Gereja. Mulai dari bidang liturgi peribadatan, bidang pewartaan, bidang administrasi, bidang kemasyarakatan, bidang sarana prasarana serta harta benda gereja.  Supervisi yang dilakukan ini pun bersifat periodik dengan terlebih dahulu dipersiapkan oleh paroki yang akan disupervisi.  Aku sendiri belum pernah mengalami supervisi ini, namun jika dirasa-rasakan, memang supervisi ini bukan perkara gampang. Supervisi merupakan bentuk pertanggungjawaban Gereja dalam melayani umatnya secara kredibel, transparan dan juga profesional. Banyak para romo peserta Bulan Pastoral ini yang mendapatkan pengetahuan ataupun wawasan baru terkait dengan pengelolaan paroki maupun keuskupan. Jika pelayanan semakin baik, bukankah itu merupakan buah yang baik dari setiap perjuangan iman?

Kunjungan ke Muntilan berakhir setelah makan siang di PSM. Akhirnya kami pulang ke Jogjakarta. Namun sebelum pulang, rombongan kami: Rm. Prima, Rm. Warno, Rm. Karel, Rm. Devanto, Rm. Harris dan aku berkunjung ke Kaliurang dan sekitarnya. Melihat aktivitas orang-orang yang berkunjung ke tempat itu, sekaligus menikmati alam yang ada di sana. Ada tiga tempat yang kami kunjungi yakni gardu pandang, lalu telaga, dan juga Kinahrejo. Terakhir aku ke Kinahrejo adalah tahun 2011 yang lalu. Situasi sekarang memang sudah berbeda. Pohon-pohon yang ditanam sudah mulai tumbuh. Suasananya menjadi lebih asri dan menghijau, meski juga masih menyimpan misteri yang menakutkan. Sekarang sudah ada banyak orang yang membuka layanan pariwisata Merapi, dengan persewaan KLX ataupun Jeep-nya. Dan banyak orang pula datang ke situ untuk sekedar menikmati dahsyatnya alam Merapi. Sementara Merapi masih tetap tenang, memberi makna tentang persahabatan sejati.

Kami pulang ke Condong catur sekitar pukul 17.00. Sesampai di seminari, kami tidak ada acara bersama. Aku menggunakan waktu itu untuk bertemu dengan adikku, dan Lisa yang pada tanggal 14 ini berulang tahun. Kami makan bersama di Babarsari. Setelah makan dan ngobrol, aku pulang ke Condongcatur. Dan biarlah hari ini menjadi bagian dari perjalanan tentang kesederhanaan, kerendahan hati, serta kehendak untuk terus menerus belajar, dan belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar