Sabtu, 13 Juli 2013

Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Sabtu, 13 Juli 2013



Hari Sabtu ini acaranya adalah refleksi selama minggu ke-2 bulan pastoral ini, dan kemudian berangkat ke Pastoran Sanjaya Muntilan untuk belajar bersama dengan Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Semarang. Rutinitas pagi tetap sama yakni diawali dengan ofisi dan misa pagi, lalu dilanjutkan sarapan. Setelah itu, aku packing untuk pergi ke Muntilan.  Pada pukul 08.00, kami semua berkumpul, mendengarkan rangkuman serta mendapatkan pengarahan dari Romo Mardi untuk mengadakan refleksi tentang perjalanan berkomunitas di Bulan Pastoral 2013 ini serta dinamika suasana yang terjadi di dalamnya. Kami mengerjakan refleksi itu secara pribadi dan kemudian berkumpul kembali pada pukul 09.30. Selama setengah jam, kami mengadakan persiapan serta sedikit berbagi tentang refleksi yang kami buat. Dan salah satu tujuan dari Bulpas ini adalah membangun komunitas serta jejaring antar pelayan pastoral (khususnya pastor) di wilayah Indonesia ini.

Pukul 10.00 lebih sedikit kami berangkat ke Muntilan. Aku masih dengan kelompok yang berangkat ke Sumber minggu lalu. Kelompok yang minggu lalu dengan L300 dipecah kembali dengan menggunakan mobil dari Seminari OMI. Kami sampai di PSM sekitar pukul 12.00.  Lalu dilanjutkan dengan pembagian kamar serta pengantar dari Romo Vikjen Keuskupan Agung Semarang, Rm. FX. Sukendar, Pr. Sayangnya, aku tidak mengikuti acara itu karena tertidur di kamar. Setelah acara itu, dilanjutkan makan siang dan kemudian berkunjung ke Museum Misi Muntilan. Di Moseum kami belajar tentang sejarah Keuskupan Agung Semarang yang dirangkai dengan barang-barang peninggalan dari tokoh iman di Keuskupan Agung Semarang. Paling tidak menambah semangat serta wawasan tentang perjuangan para tokoh iman itu dalam mewartakan Kabar Gembira, menjadi bagian dari karya Allah di tengah-tengah dunia.

Sepulang dari Museum Misi Muntilan, kami memiliki waktu jeda untuk istirahat hingga pukul 16.30. Setelah itu, kami mengikuti sessi dari Romo Vikjen yang menyampaikan tentang dinamika pastoral Keuskupan Agung Semarang. Penjelasan ini sudah sering kuterima, namun tetap saja aku masih harus terus belajar, agar memiliki bahasa yang semakin sama dengan para pengelola Keuskupan yang benar-benar amat serius dalam menjalankan karya pastoralnya di Keuskupan ini. Aku merasa, aku belum sungguh dapat menjalankan apa yang dikehendaki oleh Keuskupan, terkait dengan pelayanan di masing-masing paroki, untuk semakin relevan dan signifikan bagi masyarakat Indonesia.

Sessi dilanjutkan oleh Rm. Sugiyana yang menerangkan tentang dinamika Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang hingga tahun 2015. Proses yang mengiringi lahirnya Arah Dasar itu pun diungkapkan sebagai bagian dari perjuangan hidup beriman umat Allah di KAS. Penjelasan tentang Arah Dasar Keuskupan ini pun akhirnya mengarahkan pada soal programasi, RAPB paroki, dan juga soal monitoring evaluasi. Ini semua diungkapkan untuk terus memperjuangkan Gereja yang semakin signifikan serta relevan. Semoga Gereja semakin signifikan bagi dunia, serta relevan bagi umatnya. Dengan begitu, mewujudkan Kerajaan Allah itu bukan angan-angan saja, tetapi memang melibatkan seluruh diri, nalar, penghayatan, komitmen, pilihan, dan kesetiaan kita, sebagai bagian dari para pelayan pastoral.

1 komentar:

  1. Maksih mas ...catatan hariannya..mantap..maju terus....luar biaa..

    BalasHapus