Jumat, 19 Juli 2013

Catatan Harian Mengikuti Bulan Pastoral: Rabu, 17 Juli 2013



Hari Rabu ini, setelah Ekaristi dan sarapan seperti biasanya, kami memasuki sessi bersama dengan Rm. Priyana Marwan yang temanya adalah Reksa Pribadi Pemimpin.  Dalam menyampaikan bahan-bahannya, Rm. Priya mengajak kami semua untuk menyadari kebutuhan-kebutuhan diri, yang terdiri dari tubuh, jiwa serta roh. Untuk mengalami pertumbuhan serta dinamika pelayanan, diri ini membutuhkan asupan yang bermanfaat untuk menjaga konsistensi dalam melayani. Mulai dari soal fisik, asupan itu bisa berupa makanan serta olah raga, dan juga hal-hal lainnya. Romo Priyana mengajak kita semua untuk menyadari siapakah yang menjadi pemimpin kita, dan sejauh mana pengaruh dari pemimpin itu bagi kehidupan kita. Akhirnya, kita pun diajak untuk menjadi pemimpin bagi diri sendiri dengan mengenali segala kebutuhannya, dan bukan keinginannya. Romo Priyana mengajak kita para peserta Bulpas ini untuk bijaksana dengan segala realitas diri, segala kenyataan manusiawi, dengan segala kerapuhan dan juga kekuatannya.

Dalam sessinya, romo juga mengajak untuk sejenak menggerakkan badan secara sistematik, mulai dari kepala hingga telapak kaki. Ini dilakukan sebagai wujud dari suatu kebutuhan akan gerak oleh tubuh kita, baik anggota badan yang tampak, maupun organ-organ tubuh bagian dalam. Akhirnya romo mengajak untuk memahami bahwa tubuh ini memiliki kebutuhan untuk bergerak, juga beristirahat demi keseimbangan dan kelangsungan dalam menjalankan pelayanan.
Sore harinya, kami bersama-sama melakukan olah raga di lapangan basket belakang. Kami mengadakan pertandingan futsal. Sudah sekian lama aku tidak melakukannya. Tanpa alas kaki aku bergabung dalam permainan itu. Memang berat rasanya, namun aku merasakan ada yang berbeda ketika aku sudah tidak lagi merokok. Entah kenapa, rasanya aku bisa berlari lebih jauh, dan juga lebih lama. Akhirnya aku berhenti karena telapak kakiku terasa sakit, melepuh karena panas lantai lapangan basket. Lumayanlah, aku memasukkan satu gol bagi timku. Meski kakiku melepuh, aku merasa cukup puas karena sudah bisa berolah raga sedikit.
Acara malamnya tidak ada sessi lagi. Kami mempunyai jadwal pada hari Rabu malam ini untuk rekreasi bersama. Rekreasi diisi dengan bernyanyi karaoke menggunakan laptop dan lcd. Tidak ada awalan dan pengantar acara, semuanya mengalir bebas, diselingi dengan minum bir, soft drink dan juga snack lainnya. Semua merasakan kemerdekaan serta rehat sejenak dari padatnya jadwal kursus. Kukira, rekreasi menjadi bagian dari reksa pribadi pemimpin. Karena setiap orang pasti memerlukan keseimbangan dalam hidup untuk bisa sejenak berrekreasi, rehat dan membawa pada kesegaran kembali setelah terus menerus berkarya. Pada malam itu, aku menjadi operator lagu-lagu dari romo Harris. Setelah dirasakan cukup, kami kemudian mengakhiri acara tersebut. Mungkin juga karena kecapekan oleh olah raga pada sore harinya, atau karena memang memiliki kegiatan lainnya.
Syukur pada Tuhan atas semuanya ini. Aku boleh belajar untuk mengenali diri sendiri, di tengah kerapuhan serta kekuataanya. Aku bukanlah seorang pemimpin yang ideal. Aku tetap saja memiliki ketidaksempurnaan terkait dengan segala sistem diri demi pencapaian tujuan ideal. Aku masih kurang bisa memperjuangkan itu dengan konsisten. Apa yang kusyukuri selama ini pertama-tama bukan karena kesuksesan yang telah tercapai, tetapi lebih dengan dinamika yang terus terjadi, proses yang tidak pernah berhenti. Itulah yang kusyukuri. Semoga pengalaman ini semakin membuat kami bijaksana, terhadap diri sendiri, dan terlebih bagi umat semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar